Friday, December 9, 2016

KHILAFAH ISLAMIYAH


Khilafah Bukan Keutamaan Kita
Daulah Islamiyah (negara Islam) tidak pernah dikenal dalam Islam, yang ada adalah khilafah Islamiyah. Islam adalah untuk dunia, bukan untuk indonesia, malaysia atau mana-mana negara. Waktu Rasullullah saw berkuasa di Madinah, Abdullah bin Ubay bin salul, (pemimpin munafik dan musuh islam) tetap menjadi pemimpin Madinah, Rasulullah saw tidak merebut kekuasaan darinya, Rasulullah saw membiarkan Ibn Ubay tetap memimpin Madinah, dan Abu Sufyan (sebelum masuk Islam) tetap memimpin Makkah. Rasulullah saw tidak pernah merebut kekuasaan dan jawatan, demikian ajaran Nabi saw kepada umatnya.

Kunci Perubahan
Keutamaan kita adalah pada mendidik masyarakat, bukan merampas kuasa dan jawatan. Sebagai contoh, di TV dan radio mengandungi pelbagai perkara yang munkar dan melalaikan, rancangan yang ditayangkan di TV dan radio adalah berdasarkan selera dan minat masyarakat. Maka, kunci utamanya adalah masyarakat, bukan pada TV, radio, pemerintahan, atau system kewangan. Dakwah Nabi Muhammad saw adalah bersifat rahmatan lil ‘alamiin iaitu dakwah untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajaknya kepada al-Quran dan sunnah, inilah dakwah yang benar. 

Larangan Menggulingkan Pemerintah

Sabda Rasulullah saw: “Barang siapa yang ditindas oleh penguasanya maka hendaklah dia bersabar, sesiapa yang keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

“Barangsiapa yang melihat kesalahan pada penguasanya dan dia tidak menyukainya maka hendaklah dia bersabar, sesiapa yang memisahkan diri dari kelompoknya lalu dia mati maka dia dalam keadaan jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Berkata zubair bin Adiy ra: kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra: “Bersabarlah kamu, kerana tidak datang masa kecuali yang sesudahnya akan lebih buruk, sampai kamu akan menemui Tuhan kamu, ku dengar ini dari Nabi kamu (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah). Sabda Rasulullah saw:

“Barangsiapa yang mengangkat senjata di antara kita (memerangi sesame sendiri) maka dia bukan dari golongan kita” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

“Janganlah kamu kembali kepada kekufuran setelah aku wafat dengan saling bunuh membunuh satu sama lain” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

“Barang siapa yang melihat pada penguasanya sesuatu yang tidak dia sukai dari kemungkaran hendaknya dia bersabar, tidaklah seseorang memisahkan diri dari jamaah muslimin lalu dia mati maka dia mati dengan keadaan jahilyah”  (Shahih Bukhari)

“Dengar dan patuhlah bagi seorang muslim selama dia tidak diperintah berbuat maksiat, bila dia diperintah berbuat maksiat maka tidak perlu dengar dan patuh” (Shahih Bukhari)

Khilafah pada ummatku hanya 30 tahun, kemudian kerajaan...” (HR Tirmidzi)

“…engkau tetap bersama jamaah kaum Muslimin dan Imam Mereka. Hudzaifah bertanya: bagaimana jika Kaum Muslimin tidak mempunyai jamaah dan pemimpin? Nabi saw menjawab: “Maka hindarilah seluruh kelompok-kelompok itu, walaupun engkau hanya menggigit pangkal pohon (untuk makan) sampai kamu mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan! Setelah tidak ada sistem Khilafah adakah wajib mendirikan khilafah semula? Nabi saw menyuruh Hudzaifah untuk beruzlah ketika tiada pemimpin (khilafah), Nabi saw tidak berkata: Jika begitu, engkau harus mengusahakan berdirinya khilafah.

Tiada Pemberontakan Dalam Islam
Kesimpulannya, Rasulullah saw dan para Imam dan Muhaddits ahlussunnah waljamaah tidak ada dari mereka yang menyeru kepada pemberontakan, selagi pemimpin mereka muslim. Walau rakyat diperintah melakukan maksiat sekalipun mereka hanya disuruh untuk tidak taat pada perintah itu, jika yang diperintah selain dosa dan maksiat maka perlu ditaati,

Pada zaman para Imam sudah ada pemimpin yang zalim, malah pemimpin saat itu  berdiri dengan nama “KHALIFAH” namun mereka tetap melakukan kezaliman, diantaranya Hajjaj yang sering membantai dan menyeksa rakyatnya, namun ketika mereka mengadu hal kezaliman Hajjaj pada Anas ra, maka mereka disarankan supaya bersabar, bukan diperintahkan merebut Khilafah dengan alasan khalifah itu zalim.

Perkara terbaik yang perlu dilakukan oleh setiap individu ialah berdakwah pada muslimin dalam keluarga, di tempat kerja, dalam masyarakat, maka perlahan-lahan kelak akan muncul ketua yang mencintai syariah dan Sunnah. Khilafah islamiyah bila ditegakkan secara paksa maka yang akan menolaknya adalah muslimin sendiri, mereka tidak mahu kehilangan apa yang mereka miliki dan cintai saat ini.

Sumber: http://majelisrasulullah.org

No comments: