Friday, October 15, 2010

Muliakan Wali Allah, Jangan Menghina Mereka



Firman Allah swt dalam hadits Qudsiy

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Kuumumkan perang padanya, tiadalah hamba-hambaKu mendekat pada-Ku dengan hal hal yang telah kuwajibkan, dan hamba hamba Ku tak henti hentinya pula mendekat pada-Ku dengan hal-hal yang sunnah hingga Aku mencintainya, Jika Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, aku menjadipandangannya yang ia gunakan untuk melihat, aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk melawan, aku menjadi kakinya yang ia gunakan untuk melangkah, Jika ia meminta pada-Ku niscaya kuberi apa yang ia minta, dan jika ia mohon perlindungan pada-Ku niscaya kuberi padanya perlindungan”
(Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/ Tawadhu)

Al-Hafidh Al-Imam Ibn Hajar Al-Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari menjelaskan makna hadits ini dalam 6 penafsiran, secara ringkasnya saja bahwa panca indera mereka telah suci dari hal - hal dosa karana mereka menyucikannya, dan mereka tidak mahu berucap kecuali kalimat kalimat zikir atau ucapan mulia, tak mahu mendengar kecuali yang mulia pula, demikian seluruh panca inderanya, dan Allah swt membimbing panca indera mereka untuk selalu dalam keadaan mulia.

(Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/Tawadhu).

No comments: